Dalam
setiap atom telah tersedia orbital-orbital, akan tetapi belum
tentu semua orbital ini terisi penuh. Bagaimanakah pengisian elektron
dalam orbital-orbital tersebut ?
Pengisian
elektron dalam orbital-orbital memenuhi beberapa peraturan. antara
lain:
1.
Prinsip Aufbau : elektron-elektron mulai mengisi orbital dengan
tingkat energi terendah dan seterusnya.
Orbital
yang memenuhi tingkat energi yang paling rendah adalah 1s dilanjutkan
dengan 2s, 2p, 3s, 3p, dan seterusnya dan untuk mempermudah dibuat
diagram sebagai berikut:
Contoh
pengisian elektron-elektron dalam orbital beberapa unsur:
Atom
H : mempunyai 1 elektron, konfigurasinya 1s1
Atom C : mempunyai 6 elektron, konfigurasinya 1s2
2s2 2p2
Atom K : mempunyai 19 elektron, konfigurasinya 1s2
2s2 2p6 3S2 3p6 4s1
2.
Prinsip Pauli : tidak mungkin di dalam atom terdapat 2 elektron
dengan keempat bilangan kuantum yang sama.
Hal
ini berarti, bila ada dua elektron yang mempunyai bilangan kuantum
utama, azimuth dan magnetik yang sama, maka bilangan kuantum spinnya
harus berlawanan.
3.
Prinsip Hund : cara pengisian elektron dalam orbital pada
suatu sub kulit ialah bahwa elektron-elektron tidak membentuk
pasangan elektron sebelum masing-masing orbital terisi dengan
sebuah elektron.
Contoh:
- Atom C dengan nomor atom 6, berarti memiliki 6 elektron dan
cara Pengisian orbitalnya adalah:

Berdasarkan
prinsip Hund, maka 1 elektron dari lintasan 2s akan berpindah
ke lintasan 2pz, sehingga sekarang ada 4 elektron yang tidak berpasangan.
Oleh karena itu agar semua orbitalnya penuh, maka atom karbon
berikatan dengan unsur yang dapat memberikan 4 elektron. Sehingga
di alam terdapat senyawa CH4 atau CCl4,
tetapi tidak terdapat senyawa CCl3 atau CCl5.